Senin, 27 Februari 2017

komunikasi hewan

1.   Apakah hewan menggunakan bahasa ketika berkomunikasi dengan sesamanya ?
Jawaban :
Hewan tidak memiliki kemampuan menggunakan bahasa sebagai media berkomunikasi sebagaimana manusia.
Namun hewan punya cara lain untuk menyampaikan pesan ke sesamanya, dimana penggunaaan bahasa tubuh adalah faktor yang paling penting.
Pesan tersebut bisa bertujuan untuk menyampaikan lokasi makanan, ajakan untuk melakukan ritual kawin, alarm tanda bahaya, apresiasi perbuatan baik seperti membantu hewan lain dalam situasi berbahaya, dan lainnya.
Spesies hewan yang berbeda menggunakan jenis komunikasi yang berbeda pula.
Ada dua jenis utama komunikasi pada hewan yaitu komunikasi verbal dan non verbal.
1. Komunikasi Verbal
Suara adalah salah satu jenis yang paling umum dari komunikasi verbal pada hewan. Sebagian besar spesies menggunakannya sebagai media untuk menyampaikan pesan.
Kelelawar misalnya, hewan nokturnal yang aktif di malam hari ini menggunakan gelombang suara untuk berkomunikasi.
Semua burung berkomunikasi melalui kicauan. Gelombang suara inilah yang mereka gunakan untuk berkomunikasi.
Mamalia umumnya menggunakan suara untuk memanggil anggota lain dari kelompoknya.
Hewan kecil biasanya mengeluarkan suara mencicit sedangkan hewan yang lebih besar suaranya lebih bergemuruh.
Penelitian menunjukkan bahwa hewan dengan kepala kecil dapat menghasilkan suara yang sangat kencang dan mampu merespon suara dengan berfrekuensi tinggi.
Paus adalah contoh hewan yang menggunakan gelombang suara untuk berkomunikasi.
Mereka memiliki satu lagu paus yang akan diulangi setelah interval reguler untuk menyampaikan bahaya, penderitaan, kebahagiaan, peringatan, dan lainnya.
Anjing dan kucing juga menggunakan berbagai suara untuk menyampaikan pesan kepada sesamanya.
2. Komunikasi Non Verbal
Berikut adalah berbagai bentuk komunikasi non verbal hewan:
a. Ekspresi Wajah
Jenis komunikasi ini kebanyakan ditemukan pada anjing. Ketika marah, anjing akan menyeringai dan menegakkan telinganya.
Sebaliknya saat takut, mereka akan menarik telinganya ke belakang dan membuka mulut.
Pada burung, ketika induk burung membawa makanan untuk anak-anaknya, ‘ekspresi meminta’ bisa diamati pada wajah anak-anak burung tersebut.
Simpanse menggunakan gerak bibir, pipi, dan mata untuk memberitahu perasaan mereka satu sama lain.
b. Gerakan dan Bahasa Tubuh
Komunikasi melalui gerakan dan bahasa tubuh umum digunakan tidak hanya pada hewan, melainkan juga manusia.
Meskipun menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, manusia menggunakan pula gerakan dan bahasa tubuh saat berkomunikasi.
Lebah madu adalah makhluk yang menggunakan sejenis tarian sebagai cara berkomunikasi.
Beberapa lebah menari di sekitar sarang sehingga lebah lain mendapatkan sinyal dimana lokasi sarang madu berada.
Rusa akan mengibaskan ekornya untuk memperingatkan rusa yang lain pada bahaya yang akan datang.
Gorila menjulurkan lidahnya untuk mengekspresikan kemarahan.
Saat kucing mengarahkan telinga ke depan, ini menunjukkan keramahan dan perhatian.
Namun ketika telinganya tegak dan sedikit kebelakang, kucing tersebut berusaha memperingatkan kucing lain akan adanya bahaya.
Jika kucing menarik tubuhnya, maka dia sedang merasa percaya diri dan siap untuk menyerang.
c. Bau dan Sinyal
Banyak hewan berkomunikasi satu sama lain melalui bau. Mereka mengeluarkan feromon untuk menyampaikan pesan.
Serigala, rusa, dan serangga, umumnya menggunakan jenis komunikasi ini.
Bahkan amuba pun perlu berkomunikasi. Cara berkomunikasi amuba adalah dengan melepaskan zat kimia.
Hewan menggunakan jenis komunikasi ini sebagai cara menarik pasangan untuk bereproduksi.
Oleh karena itu, komunikasi juga penting dalam proses reproduksi.
‘Sinyal akustik’, sejenis sinyal suara biasanya dikaitkan dengan monyet vervet.
Mereka memiliki bahasa yang sebenarnya mengandung tiga kata yaitu ular, elang, dan macan tutul, untuk memperingatkan vervet lainnya akan adanya bahaya dari masing-masing ketiga ancaman tersebut.
Ada pula sinyal elektrik yang biasa digunakan oleh hewan air seperti hiu dan ikan lainnya.
Hewan-hewan ini memiliki electroreceptor untuk mengidentifikasi objek dan bahaya.
d. Sentuhan
Untuk mengungkapkan perasaannya, simpanse akan saling menyentuhkan tangan satu sama lain.
Simpanse pendatang baru akan meletakkan tangannya di mulut simpanse kepala untuk mengkonfirmasi masuknya dirinya dalam komunitas tersebut.
Selanjutnya proses ini juga berlaku sebaliknya, simpanse kepala akan memberi jaminan keselamatan bagi pendatang baru.
Simpanse bahkan memberikan pelukan dan ciuman sebagai ungkapan kasih sayang.
Kucing, badak, dan hewan lainnya saling meringkuk untuk menunjukkan kasih sayang.
Gajah saling mengaitkan belalainya sebagai bentuk komunikasi yang lebih dekat. Rusa jantan saling mengunci tanduknya dan berkelahi untuk menunjukkan dominasi.[]



HAKIKAT BAHASA

NUR FAJRINA FEBBRYANI (16.40605.018)
LOKAL A

Hakikat Bahasa

Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan / perasaan dengan memakai tanda – tanda, bunyi – bunyi, gesture yang berkaitan dengan mimic atau tanda – tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami.

1)   Bahasa sebagai system
Maksudnya bahwa terdiri dari unsur – unsur atau komponen – komponen teratur dan menurut pola tertentu.
Contohnya : bersistematis yaitu tersusun oleh polanya.
a.    Saya = sistematis dan memiliki makna
       Yasa = tidak sistematis dan tidak memiliki makna
       Aasy = tidak sistematis dan tidak memiliki makna

2)   Bahasa sebagai lambang
Lambang – lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk bunyi, yang berupa satuan – satuan bahasa seperti kata / gabungan kata.
Contohnya : Bendera merah putih
a.    Merah = berani
       Putih  = suci

3)   Bahasa adalah bunyi
Sistem bahasa itu berupa lambang yang diwujudkan berupa bunyi. Yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa / termasuk lambang bahasa adalah bunyi yang bukan dihasilkan alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa.
Contohnya : Bunyi teriakan, bersin, batuk, dan  lain – lain.

4)   Bahasa itu bermakna
Telah dibicarakan tadi bahwa bahasa itu adalah system lambang , oleh karena itu lambang – lambang itu mengacu pada suatu konsep , ide, atau pikiran, maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.
Contohnya : kuda = berkaki empat binatang peliharaan sebagai alat transportasi.

5)   Bahasa itu arbitrer
Arbitrer adalah sembarang, sewenang –  wenang, maka suka, berubah – ubah. Maksudnya adalah tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut misalnya kita tidak bisa menjelaskan hubungan antara lambang bunyi (air) dengan benda yang dilambangkan  yaitu benda cair yang diapakai.
Contohnya : kuda yang disebut oleh orang

6)   Bahasa itu konvensional
Telah kita bahas sebelumnya bahwa hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkan bersifat, arbitrer, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional.
Contohnya: Semua masyarakat jawa menyebut pesawat dengan sebutan kapal terbang.

7)   Bahasa itu bersifat produktif
Maksudnya adalah walaupun unsur – unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur – unsur yang jumlahnya terbatas itu dpat dibuat satuan – satuan bahasa yang jumlahnya tak terbatas, meski secara relattif, sesuai dengan yang berlaku pada basa itu.
Contoh; Galau,alay lebay

8)   Bahasa itu unik
Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh orang lain. Artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas tertentu yang tidak dimiliki bahasa lain.
Contoh; Bahasa banjar berbeda dengan bahasa jawa.

9)   Bahasa itu universal
 Artinya ada ciri yang sama dimiliki oleh setiap bahasa di dunia. Karena bahasa itu berupa ujaran, maka ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahsa yang mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vocal dan konsonan.
Contoh; I love you dengan aishiteru

10) Bahasa itu dinamis
Karena keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupan bermasyrakat kegiatan itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa itu juga ikut berbah, menjadi tidak tetap , menjadi tidak statis. Karena itulah bahasa itu disebut dinamis.
Contoh; download dan upload berubah menjadi unduh dan unggah

11)  Bahasa itu bervariasi
Anggota suatu masyrakat beraneka ragam , ada yang berpendidikan ada yang juga yang tidak, ada yang berpropesi sebagai dokter, petani,nelayan, dan sebagainya. Oleh karena latar belakang dan lingkungan yang tidak sama maka bahasa yang mereka gunakan bervariasi atau beragam.
Contoh; pedagang sate Madura dengan pedagang sate banjar menyebutkan kata satenya berbeda. Pedagang Madura ( Te-Satte), sedangkan pedagang Banjar ( Sate ).

12)  Bahasa itu manusiawi
Maksudnya adalah bahwa alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik  manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.
Contohnya : hanya di miliki oleh manusia.



FUNGSI DAN RAGAM BAHASA

NUR FAJRINA FEBBRYANI (16.40605.018)
LOKAL A

RANGKUMAN
A.    Fungsi Bahasa
1.      Fungsi bahasa secara umum:
Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.
a.Untuk tujuan praktis,yaitu sebagai alat perhubungan dalam pergaulan sehari-hari.
b. Untuk tujuan estetika, yaitu sebagai alat pemuasan rasa estetika
c.Untuk tujuan kecendekiaan, yaitu sebagai alat pengajaran dan pemelajaran ilmu pengetahuan.
d.Untuk tujuan filologi, yaitu sebagai alat mengkaji naskhah kuno, latar sejarah bahasa dan bangsa, budaya dan pengembangan bahasa.

2.Fungsi Bahasa Indonesia secara khusus:
A.Sebagai bahasa kebangsaan (nasional), sesuatu bahasa itu berfungsi sebagai :
          1.lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan  nilai social budaya masyarakatnya.
          2. lambang jati diri nasional yang mengekang kemasukan unsur asing kecuali yang dianggap perlu berasaskan tatacara tertentu.
          3.alat pemersatu masyarakat yang berbeda latar budaya dengan berbagai kepentingan.
          4.alat perhubungan antara daerah dan antara budaya yang saling merentasi.
         
                  Fungsi ini terdapat dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional”yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lainmenegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional.
                  B. Sebagai Bahasa Negara:
                   Bahasa Negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi Negara baik  secara lisan maupun tulisan. Posisi bahasa Negara ini dapat dilihat pemakaiannya dalam pemerintahan secara resmi. Penulisan surat kelakuan baik, pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) adalah bukti tertulis bahasa Negara dalam pidato resmi Presiden RI di hadapan Sidang DPR/MPR dan pidato kenegaraan lainnya adalah contoh bukti bahasa Negara secara lisan. Dalam aktifitas kenegaraan, bahasa Negara mempunyai empat fungsi, yaitu:
              1. Bahasa resmi kenegaraan
              2. Bahasa pengantar resmi di sekolah dan universitas
              3. Bahas resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan          pelaksanaan pembangunan Indonesia
              4. Bahasa resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan,    ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.
                   Bahasa resmi Negara ini dikukuhkan dalam UUD 1945, pasal 36 bab XV sehingga telah memainkan perannya dalam kehidupan bernegara. Fungsi ini terdapat dalam Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara.

3.Fungsi bahasa dalam masyarakat:
1.      Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2.      Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3.      Alat mengidentifikasi diri.

C. Ragam Bahasa
Bahasa mengalami perubahan seiring dengan perubahan masyarakat. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000). Bahasa Indonesia memang banyak ragamnya. Hal Ini karena bahasa Indonesia sangat luas pemakaiannya dan bermacam-macam ragam penuturnya. Oleh karena itu, penutur harus mampu memilih ragam bahasa yang sesuai dengan dengan keperluannya, apapun latar belakangnya.
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.
1. Macam-macam ragam bahasa :
1.      Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
2.      Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
3.      Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
4.      Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
5.      Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.
6.      Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
7.      Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
8.      Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
9.      Ragam bahasa perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
10.  Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
11.  Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
           
Macam-macam ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai berikut :
  Berdasarkan pokok pembicaraan :
                              1)      Ragam bahasa undang-undang
                              2)      Ragam bahasa jurnalistik
                              3)      Ragam bahasa ilmiah
                              4)      Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan :
                              Ragam lisan yang antara lain meliputi:
                              1)      Ragam bahasa cakapan
                              2)      Ragam bahasa pidato
                              3)      Ragam bahasa kuliah
                              4)      Ragam bahasa panggung

2.Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
                              1)      Adanya lawan bicara 
                              2)      Terikat waktu dan ruang
      3)      Dapat dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan anggota tubuh
4)      Unsur-unsur dramatika biasanya dinyatakan dihilangkan atau tidak lengkap

                              Ragam tulis yang antara lain meliputi:
                              1)      Ragam bahasa teknis
                              2)      Ragam bahasa undang-undang
                              3)      Ragam bahasa catatan
                              4)      Ragam bahasa surat
     
3. Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
                              1)      Tidak mengharuskan kedatangan/kehadiran pembaca
                              2)      Diperlukan ejaan atau tanda baca Kalimat ditulis secara lengkap
                              3)      Komunikasi resmi
                              4)      Wacana teknis
                              5)      Pembicaraan di depan khalayak ramai
                              6)      Pembicaraan dengan orang yang dihormati

Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

            Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
       
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara, dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara:
                              1)      Ragam bahasa resmi
                              2)      Ragam bahasa akrab
                              3)      Ragam bahasa agak resmi
                              4)      Ragam bahasa santai, dan sebagainya