1.
Apakah hewan menggunakan bahasa ketika berkomunikasi dengan
sesamanya ?
Jawaban :
Hewan tidak memiliki kemampuan menggunakan bahasa sebagai media
berkomunikasi sebagaimana manusia.
Namun hewan punya cara lain untuk menyampaikan pesan ke
sesamanya, dimana penggunaaan bahasa tubuh adalah faktor yang paling penting.
Pesan tersebut bisa bertujuan untuk menyampaikan lokasi makanan,
ajakan untuk melakukan ritual kawin, alarm tanda bahaya, apresiasi perbuatan
baik seperti membantu hewan lain dalam situasi berbahaya, dan lainnya.
Spesies hewan yang berbeda menggunakan jenis komunikasi yang
berbeda pula.
Ada dua jenis utama komunikasi pada hewan yaitu komunikasi
verbal dan non verbal.
1.
Komunikasi Verbal
Suara adalah salah satu jenis yang paling umum dari komunikasi
verbal pada hewan. Sebagian besar spesies menggunakannya sebagai media untuk
menyampaikan pesan.
Kelelawar misalnya, hewan nokturnal yang aktif di malam hari ini
menggunakan gelombang suara untuk berkomunikasi.
Semua burung berkomunikasi melalui kicauan. Gelombang suara
inilah yang mereka gunakan untuk berkomunikasi.
Mamalia umumnya menggunakan suara untuk memanggil anggota lain
dari kelompoknya.
Hewan kecil biasanya mengeluarkan suara mencicit sedangkan hewan
yang lebih besar suaranya lebih bergemuruh.
Penelitian menunjukkan bahwa hewan dengan kepala kecil dapat menghasilkan
suara yang sangat kencang dan mampu merespon suara dengan berfrekuensi tinggi.
Paus adalah contoh hewan yang menggunakan gelombang suara untuk
berkomunikasi.
Mereka memiliki satu lagu paus yang akan diulangi setelah
interval reguler untuk menyampaikan bahaya, penderitaan, kebahagiaan,
peringatan, dan lainnya.
Anjing dan kucing juga menggunakan berbagai suara untuk
menyampaikan pesan kepada sesamanya.
2.
Komunikasi Non Verbal
Berikut adalah berbagai bentuk komunikasi non verbal hewan:
a. Ekspresi Wajah
Jenis komunikasi ini kebanyakan ditemukan pada anjing. Ketika marah, anjing
akan menyeringai dan menegakkan telinganya.
Sebaliknya saat takut, mereka akan
menarik telinganya ke belakang dan membuka mulut.
Pada burung, ketika induk burung membawa
makanan untuk anak-anaknya, ‘ekspresi meminta’ bisa diamati pada wajah
anak-anak burung tersebut.
Simpanse menggunakan gerak bibir, pipi,
dan mata untuk memberitahu perasaan mereka satu sama lain.
b.
Gerakan dan Bahasa Tubuh
Komunikasi melalui gerakan dan bahasa
tubuh umum digunakan tidak hanya pada hewan, melainkan juga manusia.
Meskipun menggunakan bahasa untuk
berkomunikasi, manusia menggunakan pula gerakan dan bahasa tubuh saat
berkomunikasi.
Lebah madu adalah makhluk yang
menggunakan sejenis tarian sebagai cara berkomunikasi.
Beberapa lebah menari di sekitar sarang
sehingga lebah lain mendapatkan sinyal dimana lokasi sarang madu berada.
Rusa akan mengibaskan ekornya untuk
memperingatkan rusa yang lain pada bahaya yang akan datang.
Gorila menjulurkan lidahnya untuk
mengekspresikan kemarahan.
Saat kucing mengarahkan telinga ke
depan, ini menunjukkan keramahan dan perhatian.
Namun ketika telinganya tegak dan
sedikit kebelakang, kucing tersebut berusaha memperingatkan kucing lain akan adanya
bahaya.
Jika kucing menarik tubuhnya, maka dia
sedang merasa percaya diri dan siap untuk menyerang.
c.
Bau dan Sinyal
Banyak hewan berkomunikasi satu sama
lain melalui bau. Mereka mengeluarkan feromon untuk menyampaikan pesan.
Serigala, rusa, dan serangga, umumnya
menggunakan jenis komunikasi ini.
Bahkan amuba pun perlu berkomunikasi.
Cara berkomunikasi amuba adalah dengan melepaskan zat kimia.
Hewan menggunakan jenis komunikasi ini
sebagai cara menarik pasangan untuk bereproduksi.
Oleh karena itu, komunikasi juga penting
dalam proses reproduksi.
‘Sinyal akustik’, sejenis sinyal suara
biasanya dikaitkan dengan monyet vervet.
Mereka memiliki bahasa yang sebenarnya
mengandung tiga kata yaitu ular, elang, dan macan tutul, untuk memperingatkan
vervet lainnya akan adanya bahaya dari masing-masing ketiga ancaman tersebut.
Ada pula sinyal elektrik yang biasa
digunakan oleh hewan air seperti hiu dan ikan lainnya.
Hewan-hewan ini memiliki electroreceptor
untuk mengidentifikasi objek dan bahaya.
d.
Sentuhan
Untuk mengungkapkan perasaannya,
simpanse akan saling menyentuhkan tangan satu sama lain.
Simpanse pendatang baru akan meletakkan
tangannya di mulut simpanse kepala untuk mengkonfirmasi masuknya dirinya dalam
komunitas tersebut.
Selanjutnya proses ini juga berlaku
sebaliknya, simpanse kepala akan memberi jaminan keselamatan bagi pendatang
baru.
Simpanse bahkan memberikan pelukan dan
ciuman sebagai ungkapan kasih sayang.
Kucing, badak, dan hewan lainnya saling
meringkuk untuk menunjukkan kasih sayang.
Gajah saling mengaitkan belalainya
sebagai bentuk komunikasi yang lebih dekat. Rusa jantan saling mengunci
tanduknya dan berkelahi untuk menunjukkan dominasi.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar